Rangkuman Perang Yom dari Buku Karangan Nino Oktorino yang berjudul Perang Demi Perdamaian
Bertonton Meriam Diledakkan
Anwar Sadat benar-benar ingin membalaskan dendam sang revolusioner Mesir, Gamal Abdel Nasser yang mati karena serangan jantung setelah Mesir diporakporandakan Israel. 200 ton meriam meledak pada sasaran yang telah ditentukan dan pesawat-pesawat Mig Mesir menghantam pasukan Israel di garis Bar Lev. Namun, itu barulah perang di garis pertahanan perbatasan Suez. Pasukan Mesir musti menghancurkan benteng yang tingginya 18 meter dan membentuk tembok pasir.
Tidak mendapat dukungan dari Uni Soviet bukan berarti kekuatan Mesir melemah. Mesir tak kehilangan daya perang. Kanon penyemprot air bertekanan tinggi diimpor dari Inggris dan Jerman Timur demi menghancurkan benteng pasir di perbatasan.
Rencana dahsyat Mesir setelah berhasil menghancurkan benteng Israel adalah membangun jembatan ponton guna merudal tank-tank pertahanan Israel. Setelah pertahanan Israel mati maka yang diharapkan adalah bergerak merebut instalasi-instalasi penting militer Negeri Zionis di Rute Tengah Ismailia.
Muhammad Alfariezie
Sumber Naskah : Buku Perang Demi Perdamaian Karangan Nino Oktorino
Komentar
Posting Komentar