Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani

 

Untuk Muhammad Alfariezie

                                    Dari yang puput

 

Kamu tahu tentang pohon kering akibat kemarau yang tak kunjung berhenti? Pohon itu masih tegak berdiri tapi jangankan sehelai daun, burung-burung pun enggan di ranting-ranting sepinya. Alangkah malang pohon itu di pinggir laut yang biru dan pantai nan luas.

 

 

Orang-orang pernah berkata bahwa menyegarkan sesuatu yang kering sangat mudah. Hanya perlu air untuk menumbuhkan kebugarannya. Tapi, di mana letak jernih itu? Tempat berdirinya tanaman yang kusebut tak terlihat setitik coklat pun.

 

Aku ingat bahwa kamu pernah berkata, “aku akan berlari membawa air untuk tanah-tanah yang gersang. Aku pasti menangis melihat tanaman tak mampu berkembang.” Sekarang, tiba saat kamu mewujudkan kata-kata menggugah yang pernah kudengar.

 

 

 

Dari Muhammad Alfariezie

                                    Untuk yang Puput

 

 

Kamu paling bisa meluluhkan perasaan

Membaca suratmu, sungguh

Ingin benar aku keluar dari persembunyian

Tapi, jendala dan pintu di sini telah terpaku

 

Mati dan segala kenikmatanku ya di sini

Di dalam selimut matahariku

Di ruang bulanku

Di taman kebagianku

 

Aku ingin kamu mengerti satu hal

            Janji adalah rembulan

Cahayanya tak selalu menerangi malam

            Janji adalah bintang

Meski milyaran            kadang tak datang

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie