Prosa Muhammad Alfariezie
Berlutut di Kaki Direktur Sat Narkoba Kota Lawang
Ipda Anton menangis sembari berlutut di kaki Direktur Satuan Narkoba Kota Lawang. Sudah mobilnya hancur, pasti dipecat dan barang tentu masuk penjara selama puluhan tahun atau mungkin seumur hidup. Bahkan, yang paling parah mendapat hukuman mati. Dia ditangkap oleh temannya sendiri. Ia ditangkap Tim Macan bulan karena menyelundupkan narkoba antar provinsi.
Ipda Sudirman (ketua tim macan bulan) tak mau Ipda Anton merajalela dalam keburukannya. Dia adalah polisi yang tak kenal sogok menyogok. Ipda Anton sempat merengek-rengek minta damai kepadanya ketika turun dari mobilnya yang hancur karena ditumbur dua mobil dari tim macan bulan seraya mengangkat kedua tangannya.
“Tolong. Tolong jangan tembak. Apa kalian tak lagi sepandangan? Dua puluh tahun sudah kita bekerja di kantor yang sama,” kata Ipda Anton yang matanya memerah dan wajahnya berkeringat serta pelipisnya mengucurkan darah karena terbentur setir mobil.
“Geledah. Geledah cepat! borgol!” Kata Ipda Sudirman sembari memasukkan senpi ke selah-selah celana belakangnya.
“Ini barang bukti sabu seberat sepulu kilo gram, ndan,” kata kepala unit tim Macan Bulan.
“Dua puluh tahun kau selalu menggagalkan operasi besarku. Kini, kau musti bertanggung jawab atas kegagalanku karena ulahmu yang memberi informasi kepada targetku. Matilah karirmu!” Kata Ipda Sudirman sembari menyeretnya langsung ke dalam mobil 1 tim Macan Bulan.
Ipda Sudirman memang sudah curiga padanya ketika berkali-kali operasi besarnya gagal sebab bocornya informasi dari orang dalam. Suatu hari, kira-kira setengah tahun yang lalu, Ipda Sudirman melihat Ipda Anton makan di suatu tempat bersama gembong narkoba yang baru bebas dari penjara dan gembong itu pernah ditangkap Ipda Sudirman. Dari situ, Ipda Sudirman melakukan penelitian mendalam terhadap Ipda Anton. Der. Kesempatan datang. Orang yang akan menerima sabu-sabu kiriman Ipda Anton tertangkap. Ipda Sudirman sempat kaget tapi merasa benar. Ketika melakukan pengembangan, ternyata orang yang akan mengantar barang haram itu kepada si penunggu yang telah tertangkap, lah dalah, menggunakan sedan hitam berpelek hitam yang sering digunakan Ipda Anton. Benar saja, orang yang menyetir pun Inspektur Satu Polisi yang itu sendiri.
2020
Komentar
Posting Komentar