Puisi untuk Iin Indriani Binti Usman
Pelangi
Perjalananku semut yang membawa segumpal penganan menempuh jarak berkilo-kilo meter
Istirahatku ikan yang tenang di bawah peterseli atau rimbunnya pepohon
Aku kumbang-kumbang yang gemar di indahnya bunga-bunga pelangi
Tapi, aku bukan langit pemberi petir, bukan laut pembawa gelombang, bukan gunung yang mengalirkan lahar, bukan pula sungai yang senantiasa mengalirkan air jernih
2020
Petinju Paling Bodoh
Jika aku petinju, maka yang membuat orang menepuk kening serta terbahak-bahak. Aku pemberani yang gagal meraih gelar karena lupa cara memakai sarung tarung tapi marah ketika ada yang berbaik hati. Sepiaku, tiga hari empat malam kamu cemberut di jogjakarta sedangkan aku merpati kehilangan peta.
2020
Relung Pertiwi
Yang mekar pada perasaanmu bukan mawar atau melati. Tapi, jingga yang terdapat di relung pertiwi. Juwita, kamu selalu menyiram benih ketika mentari bersenang-senang di daun-daun hijau nan berembun. Tangkai-tangkai mungil berayun menentramkan ibu dan para bayi.
Seorang yang selalu memandangimu ini seperti tanah lapang atau pekarangan tanpa tanaman. Kumau kupu-kupu dan burung kemari. Namun, muskil tanpa warna yang kau miliki. Hanyalah rumpun ilalang atau ular bersarang di sini.
2020
Kilau Cantik Nan Murni
Langit membuat arak-arakan awan membingkai rindu dan mentari membuat permukaan air garam memiliki kilau cantik nan murni. Lalu, ombak tak henti-henti bergerak demi pantai selalu tentram. Sedangkan aku untukmu
Membuat perahu agar serasa jingga di antara hijau dan biru, mencari sungai supaya tubuhmu tak berdebu dan menebar serta merawat benih agar kamu seperti ratu pemilik istana.
Indonesia hanya merah putih tanpa sabang sampai merauke, Bhinneka Tunggal Ika sekadar kata-kata jika tanpa Papua sampai Aceh, Indonesia cuma kolam andai tanpa pulau Nias sampai Rote dan Pancasila juga Burung Garuda tak terlihat dan terdengar bila nihil Proklamator dan Seniman.
Aku tanpamu adalah Presiden tak memiliki Rakyat, bagai tanah tak punya nama, seperti lahan nihil bunga dan laksana negara tak punya uang juga tentara.
2020
Komentar
Posting Komentar