Prosa Muhammad Alfariezie
Mayat di Selokan Berair Hitam
Mayat Sarraf terbujur kaku di dalam selokan yang berbusa dan berair hitam serta berbau busuk menyengat. Israf (teman sekolah Sarraf) terpaksa harus mengikhlaskan kekasihnya dan pendidikannya. Polisi menjemputnya ketika sedang bermimpi mencium bintang. Israf tak bisa mengelak ketika polisi mengatakan, mayat Sarraf telah ditemukan.
***
“Ehem, selamat malam nona cantik,” itu pesan singkat pertama yang Sarraf kirim ke Nella (Pacarnya Israf) yang satu kelas dengan mereka.
Nella tidak membalas. Di bawah bulan purnama, di tepi pantai yang indah, Nella sedang berciuman dengan Israf. Israf membelai dan asyik meraba-raba rambut serta segala yang dimiliki Nella.
Israf baru mengetahui kalau Sarraf ingin memiliki kekasihnya yang cantik dan bohay ketika mereka bertiga makan di kantin sekolah. Israf memerhatikan lirikan Sarraf yang penuh nafsu dan selalu mengarah mata Nella. Padahal, Nella tepat di samping tersangka pembunuhan tersebut.
“Ehem, pulang sekolah nanti mau enggak duduk di samping aku? Aku bosen menyetir sendiri, aku bosan tanpa teman memandang kota,” itu pesan singkat dari Sarraf setelah bel istirahat berbunyi dan ketika Nella sudah di kelas duduk dengan Israf.
Sarraf tak tahu kalau Ponsel Nella sedang dipinjam Israf. Israf langsung menatap mata Sarraf yang berpura-pura tak tahu.
Bukan sekali itu saja Sarraf menggoda pacarnya Israf. Tiga mantan Israf pernah mendapat godaan dari lelaki yang ayahnya anggota dewan itu.
Sarraf tak tahu kalau Israf memiliki kawan seorang tukang jagal. Pulang sekolah, lelaki yang sering menenggak alkohol dan mengonsumsi narkoba itu langsung datang ke rumah kawannya seraya memberi imbalan berupa minuman keras serta campurannya guna mendapatkan benda tajam beracun.
“Sarraf, tolong jemput aku di jalan Palang Merah (daerah sepi) sekarang ya. Aku lagi ribut dengan Israf. Aku ditinggalin di sini sendirian,” Israf mengangguk-nganggukkan kepala seraya pipi kirinya diangkat ke atas setelah mengirim pesan singkat itu.
“Oke cantik. Aku segera ke sana. Mobil terbaruku akan melindungimu,” Israf sumringah setelah membalas.
Tleb. Pintu mobil terbuka. Ketajaman mengobrak-abrik lambungnya sebelum Sarraf sempat menoleh siapa yang membuka pintu mobilnya.
2020
Komentar
Posting Komentar