Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani

 

Untuk Muhammad Alfariezie

                                    Dari yang puput

 

 

Pada malam yang buta ini aku tahu pasti kamu sedang memetik gitar dan menyanyikan lagu tentang kesunyian. Aku tahu saat ini kau sedang merindu dan tak tahu cara mengungkapkan. Kau hanya membayangkan bunga-bunga asmara mekar di suatu taman.

 

Jangan terus-terusan merusak perasanmu sendiri, kekasih. Kau terlalu gagah untuk sakit hanya karena membodohi cinta yang masih tertanam. Lubuk hatimu terdengar mengetuk kalbuku. Sungguh, aku melihat kamu seperti daun-daun di antara siang dan senja.

 

Laut dan danau akan kembali ramai jika engkau kemari dan berkata, “Alangkah damai perasaanku melihat cantikmu dan betapa sejuk suasana ini karena sosok perempuan yang selalu terkenang.” Air tawar maupun garam paham, kita adalah sayap-sayap yang selalu terbang membahagiakan permukaannya.

 

 

 

Dari Muhammad Alfariezie

                                    Untuk yang Puput

 

 

Benar katamu

Aku sedang merindu

Namun tidak kepadamu

Melainkan pada kekasihku

 

Tak salah ucapmu

Aku memang tengah berlagu

Tapi tidak tentang semu

Melainkan perihal kami yang bercumbu

 

Tentang laut dan danau yang senang karena kita

Wahai, karang tajam yang pernah menghunjam

Itu adalah ilusi sepimu yang berkarat

Ialah bayang dari sesal yang dahsyat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie