Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani

 

Untuk Muhammad Alfariezie

                                    Dari yang puput

 

 

Sebelum kemarau aku adalah pohon jambu. Buahku merah muda yang tidak terlalu menyala dan rasaku tidak terlalu manis dan tidak terlalu asam. Anak-anak yang baru selesai berolahraga pasti selalu memetik buah itu. Bagai orang tua yang melihat senja begitulah mereka meraih buah-buahku.

 

Tinggal beberapa helai lagi di dahan-dahanku. Akar pun telah bagai bayi yang haus sekali terhadap susu. Sementara aku, seperti ibu yang di tengah padang tandus yang tak makan-makan dan minum sehingga tak menghasilkan setetes susu pun.

 

Kapankah musim hujan itu datang? Aku merindukan daun-daun hijau yang menari-nari dan aku merindukan air mengalir di tangkai-tangkai mungil. Melihat itu maka sepanjang tahun aku mudan menghasilkan buah-buah segar.

 

 

 

Dari Muhammad Alfariezie

                                    Untuk yang Puput

 

 

Suatu hari aku bertemu tangkai mawar

Tanaman itu seperti sore berawan hitam

Tapi, dia setia di antara rumput-rumput yang mendung juga

Bulu-bulu halusnya menengadah ke arah yang tinggi

 

Di hari kemudian aku kembali ke sana, tanpa sengaja

Hujan deras membawaku ke sana

Ternyata merah merona telah berdampingan dengan yang hijau-hijau segar

Aku tersenyum menyentuh rona halaman itu

 

Dari situ aku sadar bahwa penantian tak sekedar rima

Tak sekadar permain pujangga terhadap kata

Penantian seperti terbang burung-burung mencari biji-biji gandum

Memiliki kenyang dan damai di dalam sarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie