Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani
Untuk Muhammad Alfariezie
Dari yang puput
Lelaki dan perempuan berlari-larian dan berlompat-lompatan mengejar-ngejar kunang-kunang. Alangkah bahagia anak-anak bulan memandang ke arah yang berpacaran. Tapi, bocah-bocah itu murung ketika memandang ke arahku yang selembar daun di tepi rumput-rumput segar.
Aku mencoba menepis sunyi dan memandang geram. Sekejap aku teringat katamu; hujan yang membuat sawah-sawah menjadi lebih hijau.
Namun, aku kembali berpikir. Aku berpikir, untuk apa bunga tumbuh jika kumbang atau kupu-kupu tidak lagi terbang? Tanaman ini hanya hiasan taman atau pekarangan yang disentuh angin dan debu-debu.
Dari Muhammad Alfariezie
Untuk yang Puput
Tanpa angin maka nihil yang ingin
Ada angin maka hidup yang ingin
Meski bukan kumbang atau kupu-kupu
Tapi musim capung akan datang
Jari-jari halus akan membelai rambutmu
Bibir mungil akan menciummu
Keramaian kembali di sekitarmu
Warna-warni ialah hari-harimu
Bunga, sebelum fajar merekah adalah kamu yang berwarna
Dini hari tak sekadar lampu, bulan dan bintang
Warna-warna embun berkilau
Seperti sepia-sepia di pantai-pantai
Komentar
Posting Komentar