Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani
Untuk Muhammad Alfariezie
Dari yang puput
Perasaan ini tak kunjung bersenandung meski bintang-bintang berkerkip-kerlip. Mungkin, mati adalah yang terbaik. Apakah tubuh ini seperti melodi yang suaranya membuat orang-orang menutup telinga?
Kelam amat jumawa. Kepala ini tertunduk lesu. Merpati yang dulu menukik, merpati yang dulu selalu melawan angin kencang, merpati yang dulu selalu ditunggu, kini telah menjadi butir-butir pasir yang panas dan melumpuhkan.
Tidak ada lagi arah. Sisi sungai yang airnya coklat adalah tempat menyandarkan lelah. Selama mungkin. Bahkan, hingga gagak mematuki ubun-ubun ini dan sampai pijar mentari menjadi seperti taburan salju.
Dari Muhammad Alfariezie
Untuk yang Puput
Seorang anak kecil tak pernah berhenti membopong sedih
Lebih baik bungkuk dari pada hidup di suatu tempat yang berapi
Bayangkan bagaimana tubuh ketika menduduki jutaan bara
Mungkin tak hanya menggeliat tapi seperti kapal di antara gulungan ombak
Kadang si pemilik senyum yang menggugah itu merebahkan lelah di pohon rindang
Sekadar mengisi tenaga untuk kembali menggendong muram
Kadang ia hanya berselonjor, tapi lebih sering
Kakinya yang sebelah menjadi penyanggah yang sebelahnya
Selain itu, kedua tangannya dijadikan bantal dan gulingnya adalah sebuntal kisah hitam
Seorang yang banyak ditertawakan dan dijauhkan,
Seseorang yang mungkin ibu dan bapaknya diperut buat
Seseorang itu tak henti-henti menapaki jalan-jalan sunyi
Kadang pun ke dalam labirin
Komentar
Posting Komentar