Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani

 

Untuk Muhammad Alfariezie

                                    Dari yang puput

 

 

Sehelai daun  terlepas dari dahannya. Kembang yang agak kuning itu hanya diam sebentar di permukaan kolam. Ikan-ikan enggan menyentuh si layu itu. Kemudian tenggelam secara perlahan-lahan dan sekejap terdiam di atas coklatnya lumut.

 

Ikan-ikan kecil berwarna merah kuning genting mencoba mendekati sesuatu yang mungkin telah mati itu. Tapi hanya mendekat. Si mungil itu tak mau masuk ke dalamnya walau siang begitu terik. Malah, memilih istirahat di lorong yang menyerupai tempurung kura-kura.

 

Malang sekali daun itu. Pemilik kolam mengganti air yang sudah sedikit keruh. Tapi, tak menggunakan tangannya sendiri ketika membuang yang telah gugur itu. Peninggalan pohon mahoni itu diambil menggunakan sarung tangan sebelum pindah ke saluran yang di dalamnya terdapat sisa kaleng sarden dan susu basi serta kotoran bayi.

 

 

 

 

Dari Muhammad Alfariezie

                                    Untuk yang Puput

 

 

Setiap yang tumbuh pasti layu, kemudian gugur

Masalah di mana tempat tumbuh kembali setelah dari pohon  

Ah, akar dan daun hijau muda hanya berayun

Bahkan hujan hanya memberi butir-butir yang mengalir

 

Lagi pula, masih untung karena lebih dulu jatuh di permukaan kolam

Ranting kering pernah terjun sedangkan landasan anak batang itu adalah tahi kerbau

            Sesuatu yang masih hangat

            Sesuatu yang jatuh sekitar satu detik

            Sesuatu yang jatuh dari lubang keriput

 

Ranting itu tetap berdiri

Mungkin ranting menganggap kotoran sebagai tulang rusuk

Banyak yang memotret sesuatu yang seperti umang-umang berjalan mundur itu

Kira-kira satu like untuk postingan yang gambarnya

Bak tanduk rusa menyerupai huruh U

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie