Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani
Untuk Muhammad Alfariezie
Dari yang puput
Apakah rumah begitu penting? Orang-orang bekerja untuk membangun pondasi hingga menghias genting. Kalaulah ada yang bocor atau belum berlantai maka ada saja yang menghina atau sekadar mengasihani pemiliknya.
Bukankah banyak juga yang tidur di jalan-jalan, di hutan-hutan, di lembah-lembah hingga di sebelah tempat sampah? Ada yang menggelar pesta di dalam gedung, ada yang menyelenggarakan pesta di samping rel kereta, ada yang melaksanakan pesta di bawah jembatan. Toh, sekali pun tidak terlihat raut muram dari pemilik hingga yang datang.
Rumah sama dengan lampu. Burung-burung tetap terbang meski nyalanya tak terang dan kucing tetap takut dengan tikus got yang sekarang sebesar kelinci. Tanpa rumah, orang-orang tetap berbahagia di taman-taman bahkan para bocah riang menerbangkan layang-layang dan impian.
Dari Muhammad Alfariezie
Untuk yang Puput
Belumlah orang itu menjadi raja jika tidur beralas perdu
Belumlah orang itu berstatus petani jika ladangnya nihil gubuk
Kucing pun selalu datang ke rumah-rumah
Bukan sekadar meminta makan, tapi perlindungan
Banyak orang-orang telanjang karena tak mempunyai rumah
Tak sedikit juga orang-orang telanjang tapi memiliki tempat tinggal
Benar yang kau katakan tentang tempat yang cukup indah dan nyaman itu
Tapi bagiku, tanpa rumah maka nihil peluk dan cium bersama kekasih
Sungai memang selalu mengalir
Dan gunung serta laut
Tak henti-henti menebar hijau dan biru
Tapi tanaman dan ikan
Belum cukup bagiku membuat tentang perasaan dan pikiran
Komentar
Posting Komentar