Karya Sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani
Untuk Muhammad Alfariezie Dari yang puput Perasaan ini tak kunjung bersenandung meski bintang-bintang berkerkip-kerlip. Mungkin, mati adalah yang terbaik. Apakah tubuh ini seperti melodi yang suaranya membuat orang-orang menutup telinga? Kelam amat jumawa. Kepala ini tertunduk lesu. Merpati yang dulu menukik, merpati yang dulu selalu melawan angin kencang, merpati yang dulu selalu ditunggu, kini telah menjadi butir-butir pasir yang panas dan melumpuhkan. Tidak ada lagi arah. Sisi sungai yang airnya coklat adalah tempat menyandarkan lelah. Selama mungkin. Bahkan, hingga gagak mematuki ubun-ubun ini dan sampai pijar mentari menjadi seperti taburan salju. Dari Muhammad Alfariezie ...