Puisi Muhammad Alfariezie




Meski Jauh

Embun batang mungil masih merah kekuning-kuningan, tapi udin
Ia berjalan tanpa sandal meski deduri hingga reranting menjadi pijakannya
Baginya jika hanya memandang sepi  adalah kopi merkuri, maka
Meski boat lusuh, sandal piatu dan pakaian debu
Tapi ikan di kolam lumut ialah hidup anak istrinya

Jauh ia mendaki
Melewati lalulalang lebah, nyamuk hingga tanduk
Sungguh jurang pendakian-- tapi
Senyumnya bagai rona mawar
Akar pohonnya

2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie