Puisi Muhammad Alfariezie



Gelapmu

Ketika mimpiku adalah memetik bunga merah nan wangi nihil duri
Lekas kuhampiri cermin kemudian memandang fotomu, dan
Saat hujan tapi aku sendiri berteduh, maka
Nyanyian rindumu yang selalu kudengar, kekasihku
Kamu memelukku ketika gigil pendakian menyerangku,
Kau tuangkan jernih air sungai, sungguh gelap
Kau bulan atau relung samudera
Aku bagai kabut bara kuda

2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie