Puisi Muhammad Alfariezie
Di Bawah Megah Bayang Pencuri
Siang seperti mengirim bala tentara dan memaki-makinya-- lelaki
Pribumi
Kerap mengunyah ranting meminum sungai industri;
Coklat, lendir, penuh sisa kapuk
Ribuan pejabat, pemilik vila dan pulau serta fortuner dan jet pribadi, kemudian artis cantik-- ah
Ia hanya abu--
Bagai semut, merayap-- bak ulat, melata
Asma-- berjalan
Baleho, poster, iklan tiga dimensi
Ia menunduk di bawah megah bayang pencuri
Ia mendongak di antara selebriti penjudi
Tanah, laut, gunung adalah satu untuknya;
Haus dan lapar walau hujan atau pun kemarau-- lalu
perang, pemilu, dan penyuluhan merupakan 2 ;
Gerhana matahari dan bulan
Jenderal telah berperang
Belanda pergi, PKI mati
Partai-partai muda berdiri, bahkan PDI Perjuangan Wong cilik
Duduk di tahta paling tinggi
Dasar bambu
Berkumpul menyimpan ular
Bisa menjalar
Lumpuh kemakmuran
Mati kemerdekaan
Kubur bangsawan
2020
Komentar
Posting Komentar