Puisi Muhammad Alfariezie
Sekedar Debu
Kemarin bayi mentari tersenyum di tengah kota
Bagai kupu-kupu
Sinarnya gontai menyinari yang termangu di emper pertokoan;
Mencoba membunuh sepi, dengki dan benci semalam
Hari ini ibu hujan marah
Bagai perang, dentum
Bak memaki mereka yang malas kokang senjata
Padahal musuh hanya kedipan mata, tapi
Malang ini negeri
Peluru dan kasih sekedar debu
Orang-orang tetap menunggu, meski sesak
Menggenggam sembilu
2020
Komentar
Posting Komentar