Puisi Muhammad Alfariezie
Kamu
Bunga cahaya bersemi di pohon siang
Cengkerik bernyanyi di antara rerumput,
Pohon rindang-- lalu
Seperti terik siang yang tiba-tiba terkapar
Gontai gerak jari-jemari menepuk pundak hutan, kekasihku
Saban pagi dan malam adalah wajahmu yang selalu kunyanyikan,
Ialah embun pucuk mawarmu, juitaku-- kamu
Napas yang menyalakan lelampu,
Ialah hari sehingga terbit nurani
2020
Komentar
Posting Komentar