Puisi Muhammad Alfariezie



Rindu

Selalu saja ada rindu  ketika aku memasuki kota baru. Meski betapa haru tapi  rindu ini tidak hanya aku yang memiliki. Kuyakin ada beberapa orang yang sama sepertiku. Seperti saat kupandangi kakek yang memandang bayang di bawah rindang pepohonan. Jari-jemarinya tak henti-henti mengelus rambut halus kucing hitam putih yang begitu cantik bagai fauna sexy di kaki pantai yang bening.

Rindu yang tak tahu kemana akan berlabuh ini mungkin metafora yang membuat puisi bagaikan dewa. Aku tak mau hilang ingatan. Biarlah hitam menjadi tendang bagi siangku yang malang dan bagi malamku yang lebam. Jalan panjang yang akan kulalui akan lebih ramai jika bayang-bayang tak pernah padam. Lagi pula aku yakin siapa pun yang sedang kurindu sama perasaannya sebagaimana yang menggelitikku.

2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie