Puisi Muhammad Alfariezie
Kamu
Bagai rel yang sempit dan memantulkan cahaya matahari
Gontai perjalanan ini kulalui
Bagai kupu-kupu
Mengepak lalu hinggap di mahkota bunga, lalu
Kembali berdansa bersama beberapa teman dan sahabat, kemudian
Tenang seperti danau
Kuperhatikan lalulalang,
Kereta yang gerbongnya berjejal sumber daya, Hingga
Kupandangi yang termangu, bercanda, dan
Baru saja mendapat peluk dan kecup
Sunggu sayangku
Adalah kamu tujuanku, maka
Kulewati lorong-lorong hitam,
Kumasuki ribuan bintang, walau kadang usus menggedor,
Meski tajam busur siang hingga ke pikiran, kamu
Satu-satunya rumah
Tempatku kembali
2020
Komentar
Posting Komentar