Puisi Muhammad Alfariezie
Aku Berlayar Tidak Mencari Sunyi
Ketika kupu-kupu di jendelamu
Aku sedang bernyanyi sembari mengingat kau memelukku
Kekasihku
Sungguh meski hujan dan terik
Aku selalu berjalan meski temanku sekedar besi halte yang berkarat,
Burung-burung dan pepohon
Aku mau kau selalu mengenakan gaun putih dan biru
Aku tak ingin susu menjadi mutiara bagi anakku dan anakmu
Aku sudah menernak, menenun, menanam jutaan benih
Kau tahu sendiri bagaimana tanah halaman kita
2020
Ketika kupu-kupu di jendelamu
Aku sedang bernyanyi sembari mengingat kau memelukku
Kekasihku
Sungguh meski hujan dan terik
Aku selalu berjalan meski temanku sekedar besi halte yang berkarat,
Burung-burung dan pepohon
Aku mau kau selalu mengenakan gaun putih dan biru
Aku tak ingin susu menjadi mutiara bagi anakku dan anakmu
Aku sudah menernak, menenun, menanam jutaan benih
Kau tahu sendiri bagaimana tanah halaman kita
2020
Komentar
Posting Komentar