Muhammad Alfariezie
NYANYIAN
Saat purnama sering aku ke danau
Melihat cahaya becermin
Tapi tidak hanya itu
Karena sejak lama malamku dini hari
maka kumencari
maka kumencari
Terserah bilang aku adalah kuda jingkrak
yang menyukai sapi betina karena
yang menyukai sapi betina karena
Memang selama ini temanku gelap
Dan langit mendung adalah ibu bapak
Kau pasti bingung siapa bapak dan ibu
tausah bingung
anggap segulung awan lelaki
anggap segulung awan lelaki
dan hujan ialah perempuan
kadangkala aku melaut walau tak berumah di tepi pantai
kadangkala bertani walau tak punya sawah
tapi semuanya bertujuan
yaitu bertahan dari hiruk pikuk perkotaan
yang panas karena sedikit pepohonan
yang banjir karena banyak kanal
aku sering masuk goa dan bercengkerama dengan para kelelawar
dan sering menginap
walau kotorannya berserak
aku suka menghilang dari keramaian
dan berteduh di kelembapan
semua kulakukan agar tenang
lebih tepatnya terapi alam
aku dapat teori ini tidak dari youtube
tapi seorang psikopat
aku belajar banyak darinya
sebenernya dia menyarankan untuk mandi di sungai
tapi aku trauma dengan kali belakang rumah
yang coklat airnya melebihi warna beng-beng
aku pernah tidak mandi tiga hari tiga malam
karena kali itu meluap
lebih jelasnya air sumur terkontaminasi
tapi beruntung rumah RT setempat aman
dan kami setetangga mandi
bergantian
lelaki dan perempuan di tempat yang terpisah
waktu mandi aku dapat giliran bersama Yanto
si pengantin baru yang belum genap setahun di sini
dan istrinya sangat cantik
sungguh malang kami tak mandi bersama
tapi itulah
perempuan selalu dimuliakan
hingga nafsu bejatku tak bisa terlaksana
Sebagai lelaki aku membayangkan bunga
dan yang sering masuk imajiku
adalah kau melati
apalagi ketika di tengah ilalang
saat aku bercumbu dengan rembulan
wajahmulah yang selalu hadir
engkau datang dan selalu datang
menari lalu aku terbuai
dan aku tak mau cepat pagi
karena embun yang kau miliki adalah kejernihan hati
aku ingin kau sucikan
Bening
kaulah mata cahaya
aku lihat kunang-kunang
tak kulihat api yang berkobar
aku lihat salju dan aku mau bermain denganmu
***
telah lama aku seperti ini karena
dalam kota ini tiada yang mau bersama mencari kupu-kupu
kata mereka ketika kuajak masuk hutan
aku adalah jelmaan makhluk bunian
aku tahu mereka hanyalah orang bar-bar yang hanya tahu pesta pora
maka saat kuajak mendaki
mereka takut lelah
dan kupaham mereka tidak lebih hanya sejentik jari
pada mulanya aku terkesan pada mereka
tapi lama kelamaan aku tak lagi semangat
kutinggalkan semua yang tersisa biarlah jadi kenangan
biar kujadikan lagu dan kunyanyikan untukmu
***
bila bintang tak terlihat
maka saat itulah suaraku bersama angin
menelusup jendelamu
lalu jadi selubung tubuhmu
2018

Komentar
Posting Komentar