2

Di dalam cahaya remang-remang ia mengibarkan bendera yang berapi. Ditatapnya langit yang kekuning-kuningan bagaikan pisau berkilau. Tajam hatinya merobek-robek hitam kain lawan.

Darah bercucuran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie