Artikel
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PERADABAN MANUSIA
Kata-kata mutiara seperti bintang yang merambat di
setiap malam. Foto-foto cantik, menantang, amburadul bahkan editing yang ciamik menjadi pemandangan
sehari-hari bagi yang membuka aplikasi komputer itu. Setiap yang berlibur ke
tempat-tempat indah atau menyenangkan maka tak butuh waktu lama, potret indah
itu pasti diposting. Bagi hati pasti berharap postingan itu menjadi yang
termahsyur.
Teknologi melangkah dan bergerak cepat. Manusia
jika tak belajar untuk lincah melawan kecerdasan buatan ini maka akan
tertinggal. Saat ini banyak pekerjaan manusia yang digantikan teknologi. Dulu
pemilik percetakan buku bisa meraup keuntungan dan mampu membayar banyak
karyawan. Datanglah aplikasi mutakhir yang dibangun oleh orang-orang rajin dalam
mempelajari ilmu pengetahuan. Orang yang tadinya berlomba ingin mencetak buku
pun saat ini karena datang teknologi itu jadi agak kehilangan selera untuk mencetak buku sebab tulisan
mereka bisa sampai ke eropa tanpa banyak mengeluarkan uang ekspedisi bila
menggunakan aplikasi komputer. Aplikasi yang diciptakan itulah yang akan
menggantikan buku, majalah serta barangkali dalam jangka panjang akan
menggantikan televisi. Majalah dan Koran bahkan harus mengurangi karyawan
karena keuntungan terus menurun dan banyak mengalami kemunduran produksi. Hal
ini disebabkan karena untuk mencari informasi lebih efisien menggunakan
Teknologi Informasi Komputer, andorid atau I
Phone.
Anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar pun sekarang
sudah sangat pintar. Mereka sambil makan atau tidur-tiduran bisa sembari
belajar. Konten-konten yang kurang baik bagi pendidikan memang tak mau mengalah
dengan yang mencerdaskan. Inilah tugas besar yang musti ditanggung manusia pada
abad 21 ini. Abad dimana manusia dilarang untuk tidak mengetahui informasi.
Anak-anak mudah dalam mengerjakan Pekerjaan Rumah tapi
karena kemudahan itu mereka jadi malas untuk belajar. Mahasiswa terutama. Besok
mereka tahu akan diadakan ujian tengah semester tapi tidak tergerak hatinya
untuk membaca materi yang telah diberikan dosen melainkan hanya asik
melihat-lihat yang indah tapi menyesatkan. Alhasil ketika ujian pasti membuka
Telpon genggam cerdas miliknya untuk bertanya mengenai jawaban dari soal ujian tapi
na’as ketahuan lalu tahun depan harus rela mengulang kembali mata kuliah itu.
Di abad ini, manusia memang sangat instan dalam mencari informasi.
Perkembangan Teknologi Informasi ini mulai diteliti,
dibangun dan dikembangkan sudah sejak masa Sejarah 3000 SM Sampai dengan 1400
SM. Bangsa Sumeria-lah yang memperkenalkan cara berkomunikasi menggunakan
simbol piktograf sebagai huruf yang mempunyai bunyi dan arti yang berbeda.
Tahun 1729 Stephen Gray berhasil mengirimkan sinyal listrik kemudian selang
satu abad Agusta Lady Byron, penulis program komputer pertama di dunia. Ia
bekerjasama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical yang di desain mampu menyimpan data, mengolah data dan
menghasilkam output.
Militer juga pengguna alat-alat maupun aplikasi Teknologi
Informasi. Sistem perang terus mengembangkan Teknologi di setiap pertahanan dan
strategi menyerang kemiliteran. Hal ini lah yang musti diperhatikan pemimpin
agar kekuatan teknologi armada Tempurnya mampu bersaing dengan yang dimiliki
musuh. Kepolisian pun seperti itu. Kepolisian jika tak belajar memahami atau
dalam hal ini berarti menganalisis aplikasi-aplikasi yang beredar dalam telpon
genggam cerdas di setiap individu maka kejahatan yang diciptakan manusia akan
merambat bagaikan cendawan di musim penghujan.
Sebagai manusia, kedatangan Teknologi Informasi adalah
anugerah sekaligus hal tabu yang menciptakan kegamangan baru. Kegamanagan itu
disebabkan karena efek samping yang kurang mengenakan dari Teknologi.
Dinosaurus telah menjadi contoh paling sahih bahwa sekuat
apapun gigi, tubuh, serta kekuatan mereka jika tak mampu beradaptasi dengan
datangnya musim baru maka yang terjadi hanyalah kepunahan tanpa sesuatu yang
dapat di amalkan tapi kita manusia. Teknologi diciptakan untuk membantu
kesulitan yang dihadapi manusia.
2018

Komentar
Posting Komentar