Karya sastra Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani
Untuk Muhammad Alfariezie
Dari yang puput
Aku burung gereja yang tak memiliki warna pelangi hingga perasaanmu membatu, aku burung gereja yang suaranya ranting kering hingga perasaanmu membiru, aku burung gereja, percuma mengetuk-mengetuk jendelamu, akulah burung gereja, tiada guna mencoba menarik perhatian yang mulia.
Salahkah bila burung gereja ingin sekali menyentuh kedalaman rindu? Jika tak, maka katakanlah engkau adalah selimutku di dalam kegelapan yang paling dingin, kamu jari-jemari yang menenangkanku ketika cemas menendang-nendang.
Burung gereja ini akan seperti daun di hidupmu. Aku akan menjadi parfum di tiap nafasmu dan aku akan menjelma bunga-bunga di tangkai-tangkai yang kau puja.
Dari Muhammad Alfariezie
Untuk yang puput
Cahaya pagi adalah mentari
Cahaya malam ialah matahari
Kekasihku bukan peri
Tapi, kekasihku cukup berseri-seri
Sampai ujung pulau tak berpeta
Wanginya tetap yang kupuja
Walau seribu harimau melingkariku
Dirinya adalah yang utama selalu
Kau tahu bagaimana ikan-ikan di dalam kolam?
Seperti itulah aku dengannya
Kau paham seperti apa hari yang berwarna?
Maka demikianlah segala tentang aku dan dia
Perasaan ini telah berisi lubang untuk jasadnya
Di pikiran ini telah terpasan nisan untuk namanya
Di dada ini lihatlah betapa kisah puitis terlukis
Kuharap kau berkenan untuk berhenti mengemis
Komentar
Posting Komentar