karya Sastra Muhammad Alfariezia Bin Firdaus Bin Iwal Burhani

 




Untuk Muhammad Alfariezie

                                    Dari yang puput

 

Mungkin meminum racun adalah hal paling baik untuk perempuan yang kesepian. Bagaimana tidak, kekasihku. Aku yang tanpa teman melihat sepasang angsa ketika duduk di tepi danau, aku yang seperti daun di lantai melihat sekumpulan ikan koi di kolam sebuah taman penuh bunga-bunga.  Aku debu di antara kaca-kaca bening karena hujanmu tak pernah datang.

 

Berenang tak membuatku melupakan awan-awan teduh karena peluk cium itu. Seperti gontai mentari menyisir rambut hari di kebun warna-warni. Sungguh, aku bagai hutan yang menerima kasih sayang bumi dan langit.

 

Aku ingin sekali kamu becermin sambil mengingat kisah-kisah puitik antara pangeran dan orang yang disayang. Disitulah engkau pasti tersadar bahwa mekar fajar dan wangi ruang adalah sebab sentuh menyentuh kita.

 

Dari Muhammad Alfariezie

                                    Untuk yang Puput

 

 

Lihatlah awan selalu berarak meski vodka kau tenggak

Lihatlah sejuta burung selalu terbang meski kau murung

Apakah aku ini langit sehingga mampu menuruti segala hujan dan badai?

 

Aku ini ya aku

Terbelenggu cemburu

Terkepung asmara

Tak bisa ke mana-mana

Tambah lagi masalalu yang hanya perdu

 

Cukup sudah segala yang tersimpan

Biarlah virus menendang

Hingga mati

Kau dan aku tak lagi saling mengerti

 

Coba kau tengok permukaan laut nan bersinar

Mungkin menari atau bernyanyi membuatmu lebih tenang

Sungguh aku tak sanggup berpaling

Aku tak sanggup kembali mengunyah beling hingga puing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekhnologi Bagi Anak

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani