Karya Sastra Bergenre Prosa Muhammad Alfariezie Bin Firdaus Bin Iwal Burhani

 


Kacamata Penyanggah Joget Di bawah Tiang Tanpa Bendera

 

 

Tontonan luar biasa disaksikan para bocah satu kampung. Dua perempuan berambut pirang sebahu terpaksa joget hanya menggunakan kacamata penyanggah dan celana dalam yang warnanya jambu air karena ketahuan mencuri satu laptop dan tiga HP di rumah salah satu warga kampung. Terjadilah cewek-cewek cantik itu terpaksa mengikuti irama dugem di bawah tiang tanpa bendera pada tengah lapangan ketika terik siang sembari tangannya terikat ke belakang.

“Aku baru beli HP merek cina terbaru tapi baru tiga menit ditinggal ke kamar kecil sudah tak ada di atas televisi. Budak gladak yang sok sensual itu pasti yang mencuri Hpku yang belum lunas itu,” ujar ibu-ibu yang perasaannya telah melayang ke angkasa raya karena betapa kesal sebab susah-susah menabung dari hasil suaminya bekerja tapi dua perempuan itu enak banget mengambil rejekinya.

“Dua cewek ‘liat ambil’ itu pasti pekerjaan utamanya tukang rebut suami orang alias turmi. Itu tuh, emehnya bak semangka pasti salah satu upaya turmi micing memikat suami-suami orang,” kata teman ibu yang hpnya diambil dan katanya sembari memonyongkan mulut dan sok hebat memeluk dua tangannya di depan dada.

Sayang sungguh disayangkan, tangan bapak-bapak kampung tak mampu berbuat banyak karena takut kena pentung atau tidur di luar rumah ketika malam tiba sebab cemburu yang membabi buta dari para ibu. Tahu sendiri perempuan cantik takkan sudi melihat laki-laki tampannya asyik main-main ‘Tarik Sis.. Semongko.’

Daripada sayang dan hanya garuk kepala bak penganggur madesu, maka bapak-bapak yang laksana sarukhan meminjamkan Hpnya dan menyuruha anak-anaknya merekam supaya mendapat bahan pemanasan guna menikmati malam penuh kebahagian.

Wiw.Wiw. Wiw. Mobil polisi yang mulus dan bagus pun datang untuk menyelamatkan pelaku dari kesewenang-wenangan warga kampung. Tamatlah cerita aneh di kampung yang penuh kaum yang suka berceloteh bak teteh yang kesel karena ulah bang Toyib.

 

2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekhnologi Bagi Anak

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani