Puisi Muhammad Alfariezie
Tak
Ada yang Lain
Pekarangan wangi nan berwarna
Adalah jutaan saksi tentang magisnya istriku
Sampai-sampai aku merasa bagai menyelami relung
kejernihan
Bahkan seperti memandang kerlap-kerlip lelampu dari atas
bukit, kekasihku
Adik perempuanku
Sungguh ingin belajar denganmu
Sebagaimana senja dan pelangi, katanya
Engkau paling bisa membuat hari merona
Bidadariku, sejak kecil hingga remaja
Ia hanya berteman pelayan-pelayan
Tak pernah jauh dari halaman
Tadi malam saat bulan begitu sempurna
Dan ketika dedaun berayun
Saat api kecil lilin hampir redup
Ia peluk diriku
Bagai menyelami kedalaman rindu
Ia menangis
Perasaanku bagai bunga di ujung tangkai yang disentuh
sang angin
Ia ingin sekali keliling kota
Bermain bersama para remaja seusianya,
Bercanda, memandang merpati serta bernyanyi di alun-alun,
juitaku
Tapi ia juga paham bahwa suatu hari nanti akan menjadi
kanselir
Ia selalu memandangi arakan awan,
Kesiur cuaca
Ia tak mau menyalahi aturan
Ayah dan permaisuri tak henti-henti mengajarinya tentang
bunga-bunga di taman,
Mata air pegunungan dan sungai jernih yang mengaliri
desa-desa
Sayangku, kamu adalah seseorang yang telah
mengispirasinya
Dia berkata bahwa pertama kali melihat sepia di permukaan
air garam adalah
Ketika engkau datang di istana ini, dan ia juga berkata
bahwa
Para pelayan senantiasa bersahaja setelah kau hias
tembok-tembok istana
Sembari erat memelukku ia juga berkata bahwa ketika kita
belum menikah
Ia selalu meneropong kota
Di sana kau akrab dengan burung-burung,
Kau akrab dengan kakek dan nenek,
Kau senantiasa bernyanyi dan menari bersama para sahabat,
Kamu begitu cantik dan mampu membuat orang-orang berhenti
sendiri-sendiri, juitaku
Tak ada yang lain
Kamu baginya
Seperti laut
Begitu luas
Esok hingga lusa adalah hari tenang
Aku dan para dewan akan melaksanakan upacara
Setelah itu rapat paripurna, juitaku
Permaisuri sangat mencintai
Ia telah memberi hak kepadamu untuk mengajari bungsunya
Kuda dan pengawal terbaik istana sengaja kutinggalkan
Kau dan adikku bisa menggunakan yang paling cantik nan patuh
Jika kau mau
Ajaklah serta pelayanmu nan setia
Kau istriku,
Sentuhan jari-jemarimu padanya,
Nada-nada dan bahasa perhatianmu untuknya
Adalah mata kuliah paling berpengaruh bagi masa depannya
2020
Komentar
Posting Komentar