Puisi Muhammad Alfariezie
Proses
Kreatif Menciptakan Maha Karya Nan Aduhai
Langit cerah selalu menyaksikan pesawat-pesawat kertas yang anak-anak
kita terbangkan,
Sesayap awan dan kupu-kupu senantiasa berdatangan di
leladang bebunga warna-warni ini
Kekasihku, cinta adalah langkah serta gerak jemari yang
membingkai pelangi
Tiap tetes yang melukis jernih kolam ini ialah
penghayatan
Pasti tak pernah terbayang olehmu kita bisa saling
memeluk dan tersenyum
Sembari menikmati teh hangat di bawah
pepohon rindang, namun
Ingin selalu datang tanpa mengetuk kalbu, dan
Bahagia bukanlah mentari yang selalu datang usai fajar
mengembang, juitaku
Buah-buah asmara tumbuh setelah menyentuh air sungai
pegunungan
Semak belukar yang
berjuta ular
Adalah saksi bahwa tubuh ini mengalir roman
Adam dan
hawa
Lentera, serta
Mantel tebal kau rajut sebagai kehangatan memetik edeilweis,
dan
Berutu telah merasakan ketajamanku, hingga
Di tengah kunang-kunang, di bawah bulan dan di antara
bebintang
Aku suapi kau bekal penuh kasih, dan kau usap lelahku—
Seketika angin kencang berhenti dan terang pindah ke
tempat paling nyaman
Aliran
sejuk kita dengar
Di tepinya kita saling basuh dan mereguk cinta paling
jernih
Puncak tertinggi dan paling sunyi menjadi hamparan maha
romantis di malam puitis
Kita resapi suasana lilin kota serta patung-patung dewa
yang berkelipan
Seperti senja menuju samudera—gontai kita ikuti kemesraan
Lahirlah pertunjukkan yang sering disebut sebagai
mahakarya nan aduhai
2020
Komentar
Posting Komentar