Puisi Muhammad Alfariezie
Tak Ada yang Lain Pekarangan wangi nan berwarna Adalah jutaan saksi tentang magisnya istriku Sampai-sampai aku merasa bagai menyelami relung kejernihan Bahkan seperti memandang kerlap-kerlip lelampu dari atas bukit, kekasihku Adik perempuanku Sungguh ingin belajar denganmu Sebagaimana senja dan pelangi, katanya Engkau paling bisa membuat hari merona Bidadariku, sejak kecil hingga remaja Ia hanya berteman pelayan-pelayan Tak pernah jauh dari halaman Tadi malam saat bulan begitu sempurna Dan ketika dedaun berayun Saat api kecil lilin hampir redup Ia peluk diriku Bagai menyelami kedalaman rindu Ia menangis Perasaanku bagai bunga di ujung tangkai yang disentuh sang angin Ia ingin sekali keliling kota Bermain bersama para remaja seusianya, Bercanda, memandang merpati serta bernyanyi di alun-alun, juitaku Tapi ia juga paham bahwa suatu hari nanti akan menjadi kanselir Ia selalu memandangi arakan awan, Kesiur cuaca Ia tak m...