PROSA
PEMANDIAN LUMPUR DALAM KOTA Dedaunan yang berayun adalah getar dalam hati yang takan bisa diterjemah bila tak mengetahui belantara rimba maka tak lah elok bila pujangga hanya menetap pada sebuah sungai. Kota yang banyak anak nagfir ini membuatku mengerti tentang keadaan sunyi para penyembah kebosanan. Kuanggap begitu karena apapun yang mereka puja hanya secuil dari mutiara, lantas prtanyaanku adalah, mengapa tak menyelam ke dasar lautan tuk menemukan indahnya kedalaman? Ternyata ketika kutanya begitu, tak satupun dari mereka menjawab. Semakin yakin diriku akan kegemilangan ini pola pikir dan semakin kuyakini apa kata malam bahwa kegelapan bukanlah keterpurukan tapi sebaliknya, kegelapan itu terangkai karena ada keangkuhan yang musti dikalahkan yaitu temperatur hati kita yang musti disejukan. Apabila kita hidup tanpa pohon, masihkah yakin nafas kita takan tersengal, jika iya lalu untuk apa hutan dilindungi. Maka dari itu semua, yang kulakukan de...