Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

PROSA

Gambar
PEMANDIAN LUMPUR DALAM KOTA Dedaunan yang berayun adalah getar dalam hati yang  takan bisa diterjemah bila tak mengetahui belantara rimba maka tak lah elok bila pujangga hanya menetap pada sebuah sungai. Kota yang banyak anak nagfir ini membuatku mengerti tentang keadaan sunyi para penyembah kebosanan. Kuanggap begitu karena apapun yang mereka puja hanya secuil dari mutiara, lantas prtanyaanku adalah, mengapa tak menyelam ke dasar lautan tuk menemukan indahnya kedalaman? Ternyata ketika kutanya begitu, tak satupun dari mereka menjawab. Semakin yakin diriku akan kegemilangan ini pola pikir dan semakin kuyakini  apa kata malam bahwa kegelapan bukanlah keterpurukan tapi sebaliknya, kegelapan itu terangkai karena ada keangkuhan yang musti dikalahkan yaitu temperatur hati kita yang musti disejukan. Apabila kita hidup tanpa pohon, masihkah yakin nafas kita takan tersengal, jika iya lalu untuk apa  hutan  dilindungi. Maka dari itu semua, yang kulakukan de...

Artikel

Gambar
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PERADABAN MANUSIA Kata-kata mutiara seperti bintang yang merambat di setiap malam. Foto-foto cantik, menantang, amburadul bahkan editing yang ciamik menjadi pemandangan sehari-hari bagi yang membuka aplikasi komputer itu. Setiap yang berlibur ke tempat-tempat indah atau menyenangkan maka tak butuh waktu lama, potret indah itu pasti diposting. Bagi hati pasti berharap postingan itu menjadi yang termahsyur. Teknologi  melangkah dan bergerak cepat. Manusia jika tak belajar untuk lincah  melawan kecerdasan buatan ini maka akan tertinggal. Saat ini banyak pekerjaan manusia yang digantikan teknologi. Dulu pemilik percetakan buku bisa meraup keuntungan dan mampu membayar banyak karyawan. Datanglah aplikasi mutakhir yang dibangun oleh orang-orang rajin dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Orang yang tadinya berlomba ingin mencetak buku pun saat ini karena datang teknologi itu jadi agak kehilangan selera untuk mencetak buku sebab tu...

PUISI

                                                            .                                                                        .                                         .                          .                                      .           Pada setiap detik aku selalu bernyanyi  & menyebut namamu             ...

PROSA

Gambar
RISET Aku berdoa pada tuhan agar itu daun-daun yang gugur menjadi pupuk seperti kotoran kambing di desa yang dulu pernah kita tempati. Aku bingung sekali sebab sudah dua bulan  ladang jagungku tidak berbuah. Aku tidak mengerti mengapa ini terjadi. Aku sudah membawa mahasiswa pertanian yang kebetulan sedang riset di kampung Aji Sakti ini. Mereka bilang karena tanah di sini kurang tepat untuk menggarap ladang. cocoknya tanah di sini menjadi sawah atau tambang. Aku pun berjalan ke hutan pada malam hari. Di desa ini memang masih banyak belantara jadi tidak perlu jauh melangkah untuk mencapai hutan. Aku masuki kebun coklat dan kopi. Kebunnya sangat tertata. Di sebalah kiri kopi dan kanan coklat. Berbekal senter dan jaket aku susuri hutan yang beraroma kopi. Kehadiranku di sini bukanlah tanpa tujuan. Tujuanku ke sini seperti yang aku ceritakan di atas. Aku ingin mengetahui bagaimana hutan ini subur soalnya kata para mahasiswa itu , tanah di sini tidak cocok untuk berl...

Prosa

Gambar
PERISAI AWAN Puncak gunung tanpa debu, dimana banyak perdu dan belukar membawaku ke alam yang takan bisa kujelaskan. Orang-orang berkumpul tanpa suara, hanya hentakan kaki dan desah yang tak kumengerti. Entah pula apa yang mereka sembah dan ketika malam mereka ingin menyambut badai tapi badai tak berkunjung lalu Lelaki yang didampingi tiga perempuan cantik mengutus salah satu dari mereka untuk memotong jari (mungkin) anak-anak dari mereka. Teriakan-teriakan, kosong. Mata hanya sedikit terpejam dan sesekali memandang, tentu mata dari anak-anak itu. Darah yang mengucur mereka tampung di sebuah benjana dan yang membuatku tak habis pikir, setelah tertampung darah itu diberi liur satu persatu dari mereka, kecuali lelaki yang di dampingi tiga perempuan tadi. Sementara itu langit yang perak keemasan lama kelamaan menjadi biru keungu-unguan. Satu persatu mereka berpencar. Asap wewangian melayang, dan sedikit mabuk, sedikit pusing, kau kekasihku, mohon datang dan temuiku, kat...

Essei kasih sayang

Gambar
Bunga untuk negeriku sebagai hadiah untuk rakyat dari sayangku pada kekasihku SI TANGAN KIRI Pabila seekor rubah kita biarkan mengintai kandang ayam di halaman. O alangkah lalai kita sebagai manusia. Memandang peristiwa ini di balik jendela bukanlah hal yang baik seperti memandang hujan. Pabila hujan reda memang kita akan lihat bebungaan mekar tapi jika ayam kita habis lalu bagaimana esok ke pasar? Beginilah rasa takutku akan bangsa. Pabila pemuda mobat-mabit terus berkeliaran tanpa ada sedikitpun kepedulian kita... O sayang...  akan seperti apa ini bangsa di masa depan. Sedangkan kita melihat serdadu asing telah genggam senjata dan berbaris di brikade mereka. Apa kau sanggup nanti mendengar derap mereka? O suaranya itu senada limbubu. Kita pasti takan sanggup keluar rumah. Nanti engkau menyadari pemikiranku ini bukanlah suatu hal yang sama dengan racauan. Karena dari sabang sampai merauke, ah.  Pabila kita bersatu—Tank Sapi Perah tidak hanya angan-angan...