Karya Sastra Muhammad Alfariezie
Bukan Guru atau Dosen yang Mengajarkan Merapihkan Rumah
Ruang tamuku telah kubersihkan dan kurapihkan hingga terlihat nyaman. Aku selalu mengamalkan ajaran yang diberikan ibu setiap bangun tidur dan sebelum mandi. Menyapu, mengepel dan mengganti taplak meja adalah kegiatan yang selalu kulakukan sebelum memulai kerja.
“Bukan guru atau dosen yang mengajarkanku menyapu dan merapihkan rumah. Guru memang pernah menyuruh murid-muridnya piket. Tapi, sekadar menyuruh. Tata cara menyapu dan mengepel? Seingatku tak pernah mereka praktekkan. Dosen? Bagi mereka menyapu dan mengepel tidak penting. Yang penting adalah materi ilmu komputer dan manajemen. Mungkin, karena itulah tukang sapu jalanan kota dianggap remeh temeh. Padahal, tanpa sapu alangkah kotor rumah megah berdinding marmer hingga bertembok kaca.”
Aku menyapu dan mengepel hingga menggeser meja dan kursi agar sampah-sampah dan noda di bawahnya tak terlampau lama diam di situ. Bukan hanya kecoa yang akan bersarang di sana. Aku pernah melihat kalajengking yang capitnya mengerikan dan baunya sungguh tak sedap.
“Jika diibaratkan, menyapu adalah kegiatan yang sama seperti olahraga. Pasti keringatku bercucuran setiap kali menyapu. Tambah lagi mengepel lantai. Mungkin, banyaknya penyakit yang bersarang pada kaum millenial karena jarang menyapu atau mengepel sehingga keringat atau penyakit mereka tertahan di dalam tubuh. Jika kuibaratkan lagi. Menyapu dan mengepel adalah olahraga yang tidak perlu mengeluarkan banyak biaya seperti Gym atau bermain futsal. Otot tangan dan kaki hingga pinggang selalu bergerak ke sana ke mari ketika menyapu.”
Waktu kerja pun hampir tiba dan pertanda aku harus segera mandi. Lagi pula, kupandang sekeliling sudah tidak ada lagi sampah yang tertinggal. Aku pun berjalan ke belakang untuk menggantung sapu dan lap pel di balik pintu.
“Ibu, terima kasih telah mengajarkan ilmu yang selalu dan amat berguna bagi kehidupan. Andai tak kau ajarkan. Barangkali, anakmu yang honornya tidak seberapa ini mesti rela memotong sebagian untuk membayar asisten rumah tangga atau terpaksa berlindung dalam ruangan yang kotor berbau dan tak sehat sama sekali.”
2020
Komentar
Posting Komentar