Puisi Muhammad Alfariezie

Atap Nurani

Banyak manusia yang mampu menjelaskan rahasia hari di selembar kanvas menggunakan beraneka warna. Ada ribuan burung yang suara dan bulunya menghibur jutaan orang. Ada puluhan presiden yang gemar bernyanyi dan menulis.  Laksana gurun pasir, kita ini debu, dan lainnya kaktus dan batu.

Di atas sastra dan fisika barangkali matematika. Matematika hanya alas bagi mesin dan gedung. Gedung dikuasai politik. Politik ujungnya  perang sedangkan  atap perang merupakan perserikatan dari berbagai elemen kemudian saling tikam tetap saja  untuk perdamaian lalu damai akhirnya mati.

Kuakui setiap perjuangan adalah sejarah. Baik sebagai pecundang maupun pemenang. Kuakui setiap diplomasi selalu memberi solusi. Baik itu strategi militer maupun ekonomi dan teknologi. Tapi tak perlu lagi ada ambisi yang justru menjadi tangis bayi-bayi.

2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie