Puisi Muhammad Alfariezie

Toleransi

Alam bisa menjaga manusia tapi manusia akan  mati  dalam peristiwa nan ngeri sedangkan keindahan dapat  selalu bersemi. Pohon-pohon akan tumbang dengan sendirinya lalu menimpa segala nan sombong, buah-buah akan mandul lalu lapar dan dahaga bak sungai, mengalir dan mengalir hinnga ke kanal dosa. Di sanalah tempat segala yang tamak nyemplung tanpa pelampung, di situlah segala borok menancap di ujung karang paling tajam.

Manusia diberi gunung, laut dan sungai tidak untuk bertarung. Air adalah tendang bagi kikir, pohon ialah payung bagi ribuan orang, batu adalah pondasi untuk kita berlindung. Wahai raja dan rakyat, aku dan kau seperti semut. Gula adalah sumberdaya. Jalan adalah hidup dan tujuan. Berdampingan, bersalaman walau tak bersahutan merupakan suatu hal yang pasti sebagaimana prasasti di abad ini.

2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie