Sajak Muhammad Alfariezie
Memandang Hijau Perasaan
Sebelum fajar terpejam
Madu telah di perut sang ayam
Lalu pelan ia elus jambul hingga ekornya
Bagai itu rambut kekasihnya
Seperti memandang rerumput basah
Melihat kasihnya perasaan tergugah
Ia mentari penyisir nan kusut
Yang cintanya tak pernah susut
Tidak ia biarkan ayamnya berkelahi
Tak ia biarkan kandangnya penuh tahi
Ia senantiasa berkata pada itu peliharaan
Bahwa bebas mencari pasangan
Andi memang bangsawan tapi perasaannya perawan
Saat ini saingannya sungai awan
Seperti orang takkan merubah
Seperti ahli ibadah
2020
Sebelum fajar terpejam
Madu telah di perut sang ayam
Lalu pelan ia elus jambul hingga ekornya
Bagai itu rambut kekasihnya
Seperti memandang rerumput basah
Melihat kasihnya perasaan tergugah
Ia mentari penyisir nan kusut
Yang cintanya tak pernah susut
Tidak ia biarkan ayamnya berkelahi
Tak ia biarkan kandangnya penuh tahi
Ia senantiasa berkata pada itu peliharaan
Bahwa bebas mencari pasangan
Andi memang bangsawan tapi perasaannya perawan
Saat ini saingannya sungai awan
Seperti orang takkan merubah
Seperti ahli ibadah
2020
Komentar
Posting Komentar