Cerpen Muhammad Alfariezie
Wartawan Lain Mendorongku hingga Terperosok ke dalam Jurang Investigasi bersama wartawan lain membuat diri ini hampir mati. Wartawan dari media misteri lain mendorongku dan wahyu. Kami terperosok ke dalam jurang. Ada yang sengaja mendorong kami. Wartawan berambut klimis dan berseragam itu ingin menghasilkan berita yang tak memiliki saingan. Aku dan Wahyu terjebak berjam-jam di dalam jurang. Kami kembali setelah tertatih-tatih menaiki dinding tanah yang terjal. Sekuat tenaga dan berhati-hati, kami mencengkram rumput dan akar-akar gantung agar tidak berakhir di daerah yang gelap dan lembab. Tubuh kami pun terluka karena deras terjatuh. Tubuh ini meluncur di atas tanah dan ranting-ranting perdu. Aku dan Wahyu baru pertama kali bertemu. Kami saling mengenal melalui media sosial. Ketika memproyeksikan untuk mencari tahu tentang siluman babi di hutan Cinunang, aku segera mencari orang yang bertempat tinggal di sana. Muncul...