Rangsangan Informasi Agusri Junaidi Dalam Karya Sastra
Rangsangan
Informasi
![]() |
| Karya Agusri Junaidi |
Rangsangan
Informasi
Banyak unsur ekstrinsik yang bisa kita dapat dari karangan
berjudul wajah musim karya agusri junaidi. Di antara itu ialah psikologi
dari informasi yang ia abadikan untuk khalayak ramai—Tapi, apakah data-data itu penting bagi peradaban? Tentu saja setiap sejarah memiliki pesan bagi
setiap pembaca.
Gejala Kognitif Karya Agusri
Junaidi
Pulau Bintan
pada hikayat mana sejarah ditambatkan
di laut natuna aku ditekuk angan
tergoda aku rentak melayu
di Pantai Dugong selendangku ditarik
ikut berlenggok
laut cerah menyala
makyong jadi cerita
yang tak kumengerti
batas-batasnya
Pulau Bintan begitu ramah
Dijamunya aku kopi sekanak
Daging pelanduk para raja
Juga durian macam rupa
Agusri Junaidi
adalah penyair yang pandai mengamati gejala sosial maupun alam. Ia pun tak hanya menganalisa, tapi menikmati tiap-tiap peristiwa
puitis.
Pandangan
agusri luas. Ia berhasil
memadukan selektivitas dan skema antisipasi dalam hal menganalisa objek yang
akan dijadikan puisi. Pada bait pertama puisi yang berjudul pulau bintan
ini—penyair tersebut telah merangsang perhatiannya pada angin dan deru pantai.
Lalu selektivitas bermetamorfosa, maka muncul skema antisipasi
perhatiannya. gus jun menuju kebudayaan. Kesadarannya
berpusat pada tradisi makyong hingga ia mengajak pembaca untuk mencari
tahu seni dan budaya khas melayu tersebut.
Lalu
kesimpulan perasaannya pun terungkap bahwa tempat yang ia kunjungi memiliki
keindahan dan kenyamanan. Ungkapan ini bukanlah tanpa alasan karena sang pengarang
benar-benar menggunakan inderanya untuk mendapatkan nilai-nilai yang terkandung
pada perjamuannya waktu itu. Seperti yang ia katakan pada bait ketiga sekaligus
penutup puisi berjudul pulau bintan di atas.
Penulis Muhammad Alfariezie, S.Kom

Komentar
Posting Komentar