Puisi-puisi Muhammad Alfariezie untuk Festival Sastra


Puisi-puisi Muhammad Alfariezie






Sosial Budaya Perairan Nan Luas

Seperti pelangi
Warna-warni yang menyeberangi
Ada kapal pesiar
Mengangkut para saudagar
Veri dan tengker
Muat sumber daya inlander

Lokasi ini unik menarik
Bermacam pernak-pernik
Pasirnya istana sanak lunik

Bahkan gudang garam dan lautan teduh
Beberapa nama yang sungguh
Mengisi pikiran
Hingga harapan

Tapi seperti desa pegunungan
Apa ini tempat yang nyaman?
Ah tua dan muda berperahu
Tak jarang bahu membahu

Meski kadang tempat ini mengamuk
Bagai punya milyaran nyamuk
Punya tendangan terjang
Punya tinju terjang—Tapi 

Laut, ya laut, laut ini
Terhampar luas di nurani
Kepak bangau
Kelapa hijau
Pasir halus pantai
Dan angin yang aduhai

Apa indah?
Nyatanya megah
Maka mentari kerap becermin
Dan cahayanya bermain

2020


Energi Angin

Seperti air
Keriangan mujair
Bocah senang
lelayangnya terbang

Ini napas inspirasi
Banyak musisi
Salah satunya dewa
menyatukan udara dan jiwa

Pohon-pohon pun berayun
Menari dedaun
Tidakkah sama seperti embun
Yang sering masuk pantun?

Terang gelap pun tak dari boklam
Tapi kincir yang berjam-jam
Tak lelah berputar
Walau nihil yang membayar

Dan rumah
Pasti gerah
Jika ventilasi
Tiada yang mengisi

Sesuatu yang sejuk
Sesuatu yang enggan merajuk
Tertanam setiap hari
Tertanam di sinar mentari

Tak mungkin dan takan mungkin
Api pun mati tanpa angin 
Apalagi satu RT dan RW
Maupun pulau W

Enakkan embusannya?
Membuat kita bertanya
Selalu bercanda
Walau sedang mengelus dada

2020



Berontak

Ketika malam tanpa wajah
Sanubariku gerah
Ingin puisi
Menanam imajinasi

Pagi yang berenergi pun
Aku hanya melamun
Padahal mentari
Cahayanya menari-nari

Aku seperti kursi
Dalam gudang besi
Jariku terpaku-paku
Tubuh membeku

O bulan dan bintang
Aku tegang
Padahal cahaya benderang
Angin pun berdendang

Tapi dalam ruang ini gelap pengap
Di sini aku disekap
Di sini aku lindap
Aku gagap

Aku berteriak
Hingga serak
Hingga gemeretak
Hingga dinding-dinding retak

Sungguh betul dan benar adanya
Ingin yang aku punya 
Tak mau berkarat
Enggan terjerat

Tapi apakah aku pasrah?
Sayang aku bukan orang lemah
Aku gigit ikatan
Aku buang kepedihan
Aku berlari
Memasuki kolam putri

2020




Biodata :

Muhammad Alfariezie, lahir di Bandar Lampung, 19 November 1994, Lulusan FTIK  Universitas Teknokrat Indonesia. Saat ini aktif di UKM Teater Sastra TERAS. Selain itu ia juga ikut berproses di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS.
Karya puisinya telah di muat media massa Lampung Post, Budaya Haluan, Majalah Simalaba, Flores Sastra dan dalam antologi bersama yaitu “Semalam Di Pesantren, Aku Pelajari Kemerdekaan, dan Jejak Cinta Di Bumi Raflesia. Buku tunggal yang berjudul PROSA, telah terbit dan dapat di beli di Toko Pedia. Bukalapak. Shope dan Guepedia.” Buku keduanya berjudul Montana

Pernah diundang ke acara Festival Sastra Asia Tenggara Yang bertema jejak Cinta di Bumi Raflesia, yang diadakan di Bengkulu. Pernah diundang pada acara Festival Asia Tenggara yang bertema Hang Tuah, yang diadakan di Gunung Bintan. Pernah diundang di Festival Sastra Poetry Island Tegal Mas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Muhammad Alfariezie

Karya Sastra Muhammad Alfariezie BIn Firdaus BIn Iwal BUrhani

Puisi Muhammad Alfariezie