Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Prosa Muhammad Alfariezie

Inspektur Merdika Sesekali guntur terdengar di tengah malam yang gerimis. Inspektur Merdika masih menulis laporan usai penangkapan pengedar sabu-sabu dan ganja serta alprazolam di daerah teluk kharisma. Sebagaimana biasa, antara satu jam hingga dua jam usai penangkapan pasti keluarga tersangka selalu datang untuk meminta damai. Masuklah orang tua tersangka ditemani Bripka Dasarni ke dalam ruang inspektur yang sedang sibuk menulis laporan. “Pak, orang tua tersangka ingin bertemu,” kata Bripka Dasarni sebelum suami istri itu duduk. “o, iya, diterima,” kata inspektur merdika sembari mengayunkan tangan dan menatap Bripka Dasarni memberi kode bahwa ia boleh keluar. “Ada keperluan? Kenapa musti datang sekarang? Tersangka belum bisa ditemui, dia   masih di ruang penyidikan,” lanjut Inspektur kepada mereka. “Tolong pak. Saya hanya punya satu anak. Saya rela menjual tanah asal dia bisa bebas. Di penjara justru akan membuatnya mengenal gembong-gembong,” kata ayah tersangka ...

Puisi Muhammad Alfariezie

Asmara Berpendar Seekor merpati jantan rela menukik demi asmara Untukmu aku pun menyelami samudera Ini mutiara jelita Kuberi kepada yang juita Kemarin aku seperti api tanpa udara Aku hilang lentera Kini aku kembali melihat cahaya Sungguh tak elok jika berlagak buaya Lagi pula hujan bisa tiba ketika kemarau Begitu pun aku yang ingin perasaanmu hijau Walau itu bukan cincin bucellatti Tapi kau tahu tangan ini tak memungut upeti Negeri ini merah warna hati Dan bukankah kau tahu aku seperti nuri Bernyanyi meski air tak ada yang memberi Kekasihku, pulang pergi hanyamu yang kuingat Sungguh engkau di pikiran dan kejiwaanku melekat Engkau langit nan biru Sederhana sebagaimana laut arafuru Kakimu menghamparkan pasir putih begitu luas Nihil yang buas, kosong yang culas, kau senantiasa merias Cintamu remaja, cintamu dewasa bersahaja, cintamu lansia raharja Rindu, ya rinduku, rindu ini merah persija Anak-anak desa hingga kota ingin mel...

Prosa Muhammad Alfariezie

Kesehatan Rakyat Satu kampung padat penduduk di pinggiran kota yang letaknya tak jauh dari pesisir adalah lokasi penjualan narkoba paling terkenal. Pemukiman penduduk yang rumahnya berdempet-dempetan tersebut memiliki tingkat pengguna narkotika paling banyak. Tapi, yang paling sering digunakan ialah jenis sabu-sabu, ganja dan ekstasi. Selain narkoba, di sekitar lokasi ini banyak sekali penjual minuman beralkohol dari kelas menengah hingga paling bawah. Para pemuda suka sekali jika ada yang hajatan dan menyewa organ tumbal, pasti mereka minta hingga larut malam supaya menjadi tempat untuk melampiaskan hasrat hura-hura, yaitu menikmati ekstasi, alkohol hingga sabu-sabu. Bapak-bapak dan ibu-ibu serta nenek dan kakek yang tinggal di sana pun sudah terbiasa dengan pemandangan anak-anak mereka yang rambutnya lusuh, bajunya sobek sana sobek sini, dan badannya sedikit dekil. Bukan karena daerah ini sulit air bersih. Sungai yang lebarnya kurang lebih tujuh meter yang mengalir hingga...